General Manager JSI Resort Kompeten Jadi Dosen Vokasi Setara S2

BELUM lama ini Jakarta International Hotels School (JIHS) dan Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD DKI Jakarta, telah menandatangani sebuah nota kesepahaman. Nota itu bertujuan untuk meningkatkan jumlah dosen vokasi di Indonesia serta meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di industri perhotelan.

Nota kesepahaman itu merupakan kesepakatan dari keduabelah pihak untuk mendapatkan dengan cepat dan mudah dosen-dosen industri dari para general manager(GM) Hotel.

Kerjasama ini sendiri dibuat oleh Kementerian Pariwisata guna mencetak tenaga ahli perhotelan di level 8 yang setara dengan S2. Program ini sendiri dalam rangka mengejar standarisasi kompetensi para GM. Dimana seorang GM harus kompeten dari segi perhotelannya, seperti dari manajemen, keuangan, dan lain-lain.

Pasalnya, saat ini banyak sekali akedemisi kurang dalam pengalaman di perhotelannya, maka dari itu dengan adanya program tersebut, GM yang menjadi praktisi dapat membantu mengembangkan pendidikan di perhotelan untuk menunjang pengembangan kepariwisataan. Hal itu diutarakan oleh Anndy Bramasto selaku GM JSI Resort.

“Dibuatnya sebuah assessment, dalam hal ini untuk melihat GM-GM yang akan ikut assessment ini layak kompeten untuk mengajar, setara S2 untuk bisa membantu mengajar menjadi dosen vokasi untuk pengembangan pendidikan dari sisi perholetannya dan pengembangan kepariwisataan,” ucap Anndy Bramasto saat dihubungi merahputih.com via telepon.

anndy
Anndy Bramasto GM JSI yang ikut assessment dosen vokasi. (Foto: ist.)

Penyaringan para GM yang lolos kompeten dipilih dalam beberapa kriteria. Salah satunya minimal telah memiliki pengalaman selama 2 tahun menjadi general manager di hotel baik bintang 1 maupun bintang 5. Selain itu akan dinilai pula penguasaan dari semua lini, dimana syarat-syarat tersebut akan dipenuhi dengan assasment. Nantinya akan ada pertanyaan seperti pengelolaan dan menganalisa keuangan, membuat narasi pengembangan bisnis dan kemaslahatan masyarakat yang diakui baik nasional maupun multi nasional.

Calon dosen vokasi sendiri awalnya ada 300 orang lalu dipadatkan menjadi 150 orang dari seluruh Indonesia pada batch ke 9 dosen vokasi. Namun undangan yang terakhir terdiri dari 126 orang yang berasal dari berbagai wilayah seperti Medan, Bali, Pekanbaru, Jakarta, Bandung, Bogor, Yogyakarta, Malang, Banjarmasin dan kota-kota besar lainnya.

Untuk lolos menjadi dosen vokasi ditentukan dari ujian yang nantinya dinyatakan kompeten oleh asesornya. Para calon dosen digodok lagi di BNSP untuk mendapatkan sertifikat. Kemudian menunggu sekitar 1 minggu-1 bulan hingga keluar sertifikat. Nah, setelah keluar dan dinyatakan kompeten para dosen vokasi wajib mengembangakan potensi pariwisata dengan cara mengajar dan lain-lain.

dosen vokasi
Para GM yang akan mengembangkan pendidikan kepariwisataan. (Foto: ist.)

Tujuan utamanya ialah mencetak tenaga-tenaga mudah profesional yang dikembangkan oleh para ahli dari sisi perhotelannya dengan para GM Hotel. Hingga ketika para mahasiswa lulus mereka akan mendapat bekal baik dari akademisi ataupun praktisi (Dosen Vokasi).

Dari sekian ratus orang yang menjalani assasment tersebut, salah satu yang berhasil dinyatakan kompeten ialah General Manager dari JSI Resort, Megamendung, Puncak yaitu Anndy Bramasto. Hal ini merupakan prestasi yang sangat mengagumkan, karena bukan perkara mudah untuk lolos dari assasment calon dosen vokasi tersebut.

“Dari uji sudah tertulis saya kompeten, sertifikasinya antara seminggu sampai sebulan. Jadi saya sudah kompeten jadi dosen vokasi setara S2, nanti setelah memegang sertifikat saya sudah bisa ngajar di universitas,” tutur Anndy Bramasto.

Nantinya sesuai mendapat sertifikat, barulah para GM yang telah dinyatakan kompeten dapat membantu memberikan ilmunya kepada siswa didik khususnya dalam bidang perhotelan.

Untuk penempatan para dosen vokasi sendiri, nantinya akan disesuaikan dengan daerah tempat kerja para GM yang telah dianggap kompeten.

Program ini sendiri berangkat dari kurangnya SDM untuk dosen pengajar khususnya dibidang perhotelan. Karena itu program ini dilakukan untuk pengembangan pariwisata yang tentunya sangat dibutuhkan orang-orang yang pengalaman di perhotelan secara langsung dan harus tersertifikat. (ryn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *